Tinggalkan “Kota Dodol”, Sambut “Garut Gembira”: Momentum Baru Citra Kabupaten

Poetal Warta Bela Negara. GARUT 30 Agustus 2025.Sebuah gagasan baru untuk mengangkat citra Kabupaten Garut tengah mengemuka. Dua praktisi branding, Widiana Safaat (Mantan Direktur Kreatif Badan Promosi Pariwisata Kabupaten Garut) dan Eep S. Maqdir (Praktisi Branding), menilai sudah saatnya Garut meninggalkan label lama “Kota Dodol” yang dianggap kontraproduktif dalam strategi komunikasi publik.

Menurut keduanya, meski dodol merupakan ikon kuliner Garut yang melegenda, secara konotatif kata “dodol” dalam percakapan sehari-hari di Indonesia juga bermakna negatif, yakni “bodoh” atau “bloon”. “Brand sebuah kota bukan sekadar soal produk, melainkan janji, reputasi, dan pengalaman. Melekatkan identitas Garut pada kata yang ambigu jelas berisiko,” ujar Widiana.

Momentum perubahan itu sebenarnya sudah terwujud pada penghujung 2024, ketika Pemerintah Kabupaten Garut menggelar Sayembara City Branding yang diikuti 161 karya dari berbagai penjuru tanah air. Dari proses seleksi ketat yang melibatkan dewan juri profesional, lahirlah pemenang dengan konsep “Joyful Garut”.

“Joyful Garut bukan sekadar slogan, melainkan kerangka strategis baru. Ia menjanjikan pengalaman penuh kegembiraan bagi siapa pun yang datang ke Garut, bukan sekadar oleh-oleh dodol atau domba,” jelas Eep S. Maqdir.

Lebih jauh, konsep ini diperkuat dengan fondasi aset fundamental Garut yang terangkum dalam “GURILAPS” (Gunung, Rimba, Laut, Pantai, dan Seni Budaya). Artinya, janji kegembiraan yang ditawarkan memiliki alasan konkret yang bisa dipertanggungjawabkan.

Namun, bagi para penggagasnya, “Garut Gembira” tidak boleh berhenti sebagai kampanye pariwisata. Lebih penting, ia harus menjadi motor pembangunan daerah. “Kegembiraan tidak akan dirasakan wisatawan bila masyarakat Garut sendiri masih berkutat dengan kemiskinan dan pengangguran. Maka, ‘Garut Gembira’ harus selaras dengan peningkatan IPM, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan manfaat ekonomi,” tegas Widiana.

BACA JUGA  Polres Garut Gelar Bakti Kesehatan Sosial Khitanan Massal dalam Rangka HUT Bhayangkara ke -79.

Keduanya pun mendorong agar Pemerintah Kabupaten Garut mengambil langkah nyata: menurunkan signage lama bertuliskan “Kota Dodol” dan menggantinya dengan “Garut Gembira”. Selain itu, branding baru ini perlu diintegrasikan ke dalam RPJMD 2025–2029 agar memiliki kekuatan hukum, arah kebijakan, dan dukungan anggaran.

“Ini bukan sekadar mengganti papan nama. Ini deklarasi visi baru. Saatnya Garut menyalakan kembali kebanggaan dan bergerak menuju masa depan yang lebih sejahtera, lebih bermartabat, dan benar-benar gembira,” pungkas Eep.(Red)