Skandal Mafia Data Pendidikan di Garut: Dugaan Mark Up Siswa PKBM, Oknum Dinas Diduga Terlibat

Portal warta bela negara Garut 29 Agustus 2025.- Dunia pendidikan di Kabupaten Garut senantiasa menjadi pembicaraan hangat dan seolah tercoreng.

Skandal mafia data pendidikan menyeruak ke permukaan. Dugaan mark up data siswa di sejumlah PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) kian menguat dari tahun ke tahun tanpa ada kejelasan dan penuntasan hukum.

Bahkan disinyalir perihal skandal Dugaan Mark up siswa untuk mendulang dana BOS PKBM dalam jumlah besar melibatkan oknum di internal Dinas Pendidikan Garut.

Ade Burhanudin, pemerhati pendidikan dan sosial Kabupaten Garut, mengaku dalam dua minggu terakhir menerima laporan langsung dari masyarakat. “Ada seorang warga mengadu bahwa anaknya gagal mendaftar ke sekolah lain, karena datanya sudah diduga dicuri oleh salah satu oknum PKBM. Bayangkan, hak anak untuk bersekolah dirampas hanya demi permainan data,” ungkap Ade dengan nada keras.

Menurutnya, kasus ini bukanlah hal baru. “Persoalan mark up dan pencurian data siswa sudah sering terjadi. Tapi tidak pernah selesai, seolah ada pembiaran. Patut diduga, ini bukan hanya ulah segelintir pengelola PKBM, tapi juga ada kelalaian, bahkan kongkalikong dengan oknum Dinas Pendidikan. Pengontrolan data yang lemah menjadi celah mafia pendidikan bermain,” tegasnya.

Dugaan praktik kotor ini sangat merugikan negara. Dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) yang seharusnya menjadi hak warga belajar justru mengalir kepada siswa fiktif dan data curian. Bukan hanya soal anggaran, kasus ini juga mengorbankan masa depan anak-anak Garut yang semestinya dilindungi.

Pemerhati pendidikan menilai lambannya penanganan kasus adalah tanda bahaya. “Kalau Dinas Pendidikan diam, artinya ada dua kemungkinan: tidak mampu, atau tidak mau karena ada backing di dalam. Publik tidak bisa lagi dibohongi. Mafia data pendidikan di Garut harus dibongkar!” ujar seorang aktivis pendidikan yang ikut mengawal isu ini.

BACA JUGA  Polsek Malangbong Lantik 60 Da'i Kamtibmas,Wujud Kolaborasi Agama dan Keamanan Untuk Perjuat Kamtibmas

Kini, semua mata tertuju pada aparat penegak hukum. Jika kasus ini tidak segera diusut tuntas, bukan tidak mungkin Garut akan dicap sebagai ladang mafia pendidikan, di mana masa depan anak-anak dikorbankan demi kepentingan segelintir orang.

(Jajang ab)